Showing posts with label politics. Show all posts
Showing posts with label politics. Show all posts

Friday, February 14, 2014

Sutiyoso Minta Koruptor Dihukum Mati



JAKARTA — Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sutiyoso menilai korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa. Korupsi, menurutnya, jika dibiarkan dapat melemahkan bangsa Indonesia.

Thursday, February 13, 2014

Ironi Negeri Kaya


Rakyat menjerit dan menangis, itulah kalimat yang pas dengan kondisi yang dialami oleh sebagian besar rakyat di negeri ini. Bukan tanpa alasan jeritan dan tangisan mereka di tengah kondisi harga-harga yang semakin melambung tinggi. Yah, beban hidup yang dirasakan semakin mencekik urat nadi kehidupan.

Perempuan dan korupsi


Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengatakan bahwa, “Kalau kita sudah bisa terhindar dari kehidupan pragmatisme dan hedonisme, saya yakin pejabat itu tidak akan korup, tapi kalau terjebak pada pragmatisme dan hedonisme pastilah korup.” (news.detik.com, 16/01/2014).

Modus Kristenisasi yang terus berulang; dipacari, dizinahi, dimurtadkan

Modus Kristenisasi yang terus berulang; dipacari, dizinahi, dimurtadkan


majalah Islam beberapa tahun lalu,  pernah muncul dengan cover berjudul “Modus: Dipacari, dihamili, dimurtadkan. Modus pemurtadan itu bukan cerita isapan jempol, tapi  fakta yang tengah dialami dalam masyarakat Islam Indonesia. Inilah modus pemurtadan, upaya kelompok Kristen mengeluarkan seorang Muslim/Muslimah dari agamanya melalui proses pernikahan.

Jaminan kesehatan nasional atau pemalakan kesehatan nasional ?

Jaminan kesehatan nasional atau pemalakan kesehatan nasional?


Belum sebulan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang digembar gemborkan oleh pemerintah, namun sejumlah kejanggalan sudah cukup banyak dirasakan masyarakat dan para tenaga kesehatan. Mulai dari banyak sekali masyarakat yang keberatan dipungut secara paksa untuk iuran JKN, rumah sakit yang sudah dapat diprediksi kerugiannya, hingga para dokter termasuk dokter spesialis yang jasanya ditarif sangat murah sekali. Miris. Selain pemerintah, hanya sedikit dari sebagian masyarakat Indonesia yang antusias terhadap asuransi sosial yang lebih seperti pemalakan ini.

Maraknya Perkosaan dan Pelecehan Seksual Buah Sistem yang Rusak



BLITAR  - Mengawali tahun 2014,ironis memang kondisi negeri ini. Betapa tidak, kita disuguhi berita yang cukup memprihatinkan, yakni perkosaan dan pelecehan seksual yang marak terjadi dimasyarakat. Tidak tanggung-tanggung bahkan pelakunya adalah pihak yang seharusnya memberikan keteladanan/memberi jaminan keamanan.

Sebagaimana yang diberitakan di www.tribunnews.com(23/1/2014). Seorang remaja 14 tahun yang mengadukan kasus penculikan dan perkosaan atas dirinya kepada salah satu anggota dewan di Lampung untuk meminta bantuan penyelesaian hukum. Namun, korban bukannya dibantu untuk penyelesaian hukum, malah diperkosa secara bergilir oleh anggota dewan tadi bersama 6 teman lainnya.Selain itu Pelecehan seksual juga terjadi di Halte Busway Harmoni.Dan parahnya itu dilakukan oleh empat petugas Bus Transjakarta yang seharusnya justru melindungi penumpangnya (Merdeka.com Selasa 21/1).

Friday, February 7, 2014

Anas Urbaningrum Mengungkapkan Peranan SBY Soal Century

JAKARTA - Sungguh posisi SBY menjelang akhir kekuasaannya sangat sulit. Kasus korupsi menggerogoti Demokrat, dan sekarang mengarah kepada Ibas dan dirinya. Ini akan membuat posisi Presiden menghadapi situasi politik luar biasa.

Sementara itu, Anas Urbaningrum mengungkapkan peranan Presiden SBY dalam kasus bailout Bank Century. Di mana, penasihat hukum Anas Urbaningrum, Firman Wijaya mengatakan, dalam tugas dan kewenangan Anas sebagai Ketua Fraksi pada waktu itu. Dia miliki tugas untuk mengawal Panitua Khusus (Pansus) Bank Century di DPR.

Cuma 4 Anggota DPR Hadir Rapat dengan Kementan, Masih Berminat Milih Wakil Rakyat ?

JAKARTA  – Keterlaluan, mental kerja wakil rakyat yang pemalas, rapat kerja dengar pendapat antara Komisi IV DPR RI dengan eselon I Kementerian Pertanian dan beberapa direksi BUMN Perhutani serta Inhutani, siang ini, hanya ada 4 anggota DPR yang hadir. Demikian informasi dari detiknews.com, Rabu (05/02/2014).

Menanggapi informasi ini, wartawan senior, Hanibal Wijayanta, yang sekarang duduk sebagai Executive Producer di salah atu stasiun televise nasional menuliskan, “Apakah anda masih berminat untuk memilih wakil rakyat yang pemalas, dan tidak punya malu seperti ini pada pemilu 2014 nanti...?”

Wednesday, January 22, 2014

Anas Sudah Menyentuh Presiden SBY dan Ibas

Anas Sudah Menyentuh Presiden SBY dan Ibas


JAKARTA - Anas Urbaningrum membeberkan pertemuan dirinya dengan mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Joyo Winoto. Pertemuan itu dilakukan pada 2008 di Istana Cipanas bersama SBY. Ini merupakan sentuhan Anas terhadap Presiden SBY.

Itu dibeberkan Anas saat menjadi saksi di persidangan Tipikor Jakarta dengan terdakwa Deddy Kusdinar. Anas ditanya oleh Jaksa apakah pernah bertemu dengan mantan Kepala BNP tersebut? "Pernah bertemu pada 2008 dengan pak Joyo Winoto di Istana Cipanas waktu itu diudang pak SBY persiapan 2009," kata Anas saat dikonfirmasi JPU KPK, Selasa (21/1/2014).

Wednesday, October 16, 2013

SBY Galau Menjadi Teman Dekat Bunda Puteri?



Jakarta -  Presiden SBY galau, karena seperti ditusuk oleh mantan Presiden Partai PKS, disebut memiliki hubungan dekat dengan Bunda Puteri. Pernyataan SBY yang menolak dan menyangkal memiliki kedekatan dengan Bunda Puteri, justeru membuat rakyat, semakin tidak percaya.

SBY yang baru mendapatkan apresiasi atas keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah KTT APEC, di Nusa Dua, Bali, di mana dihadiri 21 Kepala Negara, ratusan CEO dari korporasi internasional, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan KTT ASEAN.

Perang Antara Luthfi Hasan Ishak Dengan SBY, Siapa Pembohong?



Jakarta - Di temui di Gedung Pengadilan Tipikor, Kuningan, Luthfi Hasan Ishak, penuh senyum, dan tidak menunjukkan adanya kesedihan  sedikitpun di wajahnya. Luthfi mengatakan tidak menerima uang sepeserpun, terkait dengan kasus daging import.

Karena, sejatinya dia hanya menjadi korban, yang sengaja dibuat (diskenariokan) oleh rezim SBY. "Pemerintah SBY sengaja mau menghancurkan PKS, karena tidak mau nurut", ujar Luthfi, Kamis, 10/10/2010.

Bakar Gedung, Habisi Dokumen Century & Hambalang



Mungkinkah The Godfather berperan atas (Berkas Acara Pidana) BAP Edhie Baskoro Yudhoyono dalam kasus hambalang raib?

Anda akan bertanya-tanya, memang Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) terlibat juga?

Tak banyak media yang berani membeberkan hal ini, umat Islam perlu membuka mata atas sandiwara yang lebih seram dari film James Bond.

Kenapa?

Thursday, October 10, 2013

SBY Membungkam Lawan dgn isu Korupsi & Terorisme



JAKARTA - Satu persatu semua musuh politik Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat terseret kasus korupsi. Bukan suatu kebetulan apabila lawan politik habis diberangus KPK.

SBY cukup pandai memainkan silent operation dalam memberangus dengan menggunakan isu korupsi dan terorisme yang telah menjadi momok menakutkan di Indonesia. Memang seorang presiden secara UU tidak bisa mencampuri yudikatif, akan tetapi ia pandai mengunakan perannya, presiden kita ini, dia mencampuri urusan yudikatif dengan "meminjam tangan2 orang yg berwenang" untuk menghajar lembaga yudikatif, eksekutif maupun legislatif.

Johan Budi, juru bicara KPK menyatakan "Saya menyimpulkan, korupsi tidak berjalan sendirian, ada kerjasama antara Lembaga YUDIKATIF, LEGISLATIF, EKSEKUTIF dan PENGUSAHA."

Sandiwara Pilpres2014: Sibak Topeng SBY 'Sang Jenderal Prihatin'



"I Love United States with all its faults and consider it as second country"..

Sebuah ungkapan mendasar tanpa makna, namun anda akan bergeming apabila ternyata itu ucapan fenomenal Susilo Bambang Yudhoyono, ia mengungkapkan betapa dalam cintanya pada Amerika Serikat!

Taukah Anda Sisi Menakutkan Dari Susilo Bambang Yudhoyono
Mungkin Anda adalah salah satu dari sekian banyak rakyat Indonesia yang meremehkan SBY dengan segala stigma yang dilekatkan kepadanya di media-media nasional yang terkait dengan karakter dan kinerjanya selama menjadi presiden, misalnya “Jenderal kok peragu”, atau “Jenderal belakang meja”, atau “SBY lamban seperti kerbau” atau “Jenderal yang hobi curhat”, dan lain sebagainya.

Perempuan-Perempuan Dibalik Dinasti Kekuasaan Korup



Jakarta - Barangkali tidak dapat lagi dijadikan pegangan bahwa "surga berada di telapak kaki ibu". Karena, betapa banyaknya laki-laki sekarang atau di zaman purba, tak dapat mengatakan tidak atas permintaan istri atau permaisuri.

Para lelaki, walaupun terkadang kelihatan gagah, dan kumisnya tebal, nampak begitu berwibawa, tetapi ketika harus berhadapan dengan istrinya seperti "ayam  makan karet", tak dapat mengatakan tidak, dan akan mengikuti apa yang diinginkan oleh sang istri.

Banyak laki-laki yang tidak dapat mengatakan tidak kepada istrinya, dan bahkan banyak laki-laki yang menjadi pemimpin, dan  hanya menjalankan agenda istrinya. Dia sendiri kehilangan inisiatif dan kebebasan, dan tidak dapat menjalankan visinya, karena sudah dikalahkan dan tunduk kepada istri.

Monday, October 7, 2013

Menguak Godfather-nya Banten, Dari Haji Chasan Sochib hingga Ratu Atut



Mengungkap "Cendananya" Banten H.Tb.Chasan Sochib atau lebih dikenal dengan sebutan Haji Kasan "GODFATHER"

Merupakan Tokoh Banten yang paling berani, sehingga menempatkannya berhadapan dengan H.Tb.Chasan Sochib yang selama ini dikenal sebagai 'informal leader' atau GODFATHER di banten. 

Selama puluhan tahun tidak ada satupun tokoh yang berani berbeda pendapat dengan haji kasan, sehingga menyebabkan h kasan menjadi orang yang cenderung berlaku sewenang-wenang di Banten. Semua jabatan pada organisasi bisnis KADIN-GAPENSI dan lain sebagainya dipegang dengan maksud melakukan monopoli terhadap kesempatan bisnis yang ada di banten. 

Menguak Borok Dinasti Dinasti Sokarno, Soeharto, Gus dur, Chasan Sochib



Jakarta - Memang Indonesia sudah merdeka, dan berbentuk Republik, bukan Kerajaan. Namun, gejala yang ada menunjukkan di Indonesia kehidupan politik, mirip kerajaan. Kekuasaan jatuh turun-temurun. Bukan berdasarkan kriteria modern yang menngandalkan sistem meritrokrasi.

Coba. Dari Soekarno, pemimpin yang dikenal flamboyan, karismatis, dan memiliki kemampuan retorika, melahirkan generasi Megawati. Megawati yang selalu dielu-elukan sebagai "trah" Soekarno itu, terus dielu-elukan, ketika itu, sampai ada yang memiliki sikap berlebihan, mengatakan, bahwa Mega itu, "Ratu Adil".


Adian Husaini: Ketika Pluralisme Agama Jadi Senjata Pemusnah Massal



JAKARTA – Gagasan Pluralisme agama ternyata tidak dikenal dalam teologi resmi Gereja. Namun karena perlunya penyebaran Globalisasi dan sekaligus pembaratan, maka kalangan Kristen merasa berkepentingan untuk menggunakannya demi kepentingan mereka, khususnya dalam pengembangan misinya.

“Begitu juga paham Sekularisme, yang semula tidak dikenal, bahkan dimusuhi oleh kaum Kristen, kemudian diterima dan dicarikan legitimasinya dalam Bibel,” kata Adian Husaini, seperti yang ditulisnya dalam buku terbitan INSISTS berjudul “Pluralisme Agama: Telaah Kritis Cendekiawan Muslim”.

Sunday, October 6, 2013

Amien Rais : Jangan Menjadikan Orang Kafir Sebagai Pemimpin



Jakarta (voa-islam.com) Selama ini banyak aktivis Islam menilai Amien Rais sudah tamat, sudah gagal secara politik, terjerumus dalam pluralisme, dituduh mencari aman di balik punggung rezim.
Tapi sebagai kader Muhammadiyah, sebagai mantan Ketua PP Muhammadiyah, ternyata Amien Rais masih punya taji, resistensi, dan militansi. Itu terbukti dari isi ceramahnya yang cukup “radikal” di hadapan kader-kader Muhammadiyah Yogya, dalam acara “Rapat Kerja dan Dialog Pengkaderan” tanggal 23-24 Februari 2013.  

Ceramah yang kemudian ditranskrip itu dimuat di sebuah media internal milik Muhammadiyah. Dalam ceramahnya Pak Amien sempat bilang, “Nah, ini cuma sekedar cerita, ini tidak boleh keluar di wartawan.” Pembaca bisa baca sendiri kira-kira apa isi ceramah itu.
Karena isinya sangat penting, kami para jurnalis minta maaf ke Pak Amien, kalau ceramahnya akhirnya keluar juga ke tengah publik. Bukan tak menghargai privasi Prof. Amien, tapi kayaknya Umat perlu tahu gagasan-gagasan beliau.  

Demokrasi Sistem Iblis, dan Tidak Akan Pernah Memberi Keadilan



Jakarta - Beberapa pekan terakhir ini, manusia yang masih memiliki hati nurani, disuguhi tontonan yang sangat menyakitkan. Menyakitkan bagi semua orang yang masih memiliki akal sehat.

Di mana dua  orang Amerika, yaitu Sersan Robert Bales dan Sersan Hassan Nadal, di depan juri mendapatkan perlakuan yang berbeda dalam hukum. Ini menunjukkan wajah asli demokrasi di Amerika. Di mana adanya bentuk ketidak adilan dan kesataraan secara nyata.

Dua orang Amerika, yaitu Sersan Robert Bales dan Sersan Hassan Nadal melakukan pembunuah, dan keduanya mengakui kejahatan mereka di depan juri (pengadilan) Amerika. Tetapi, pengadilan menyelamatkan salah satu dari mereka dari hukuman mati, dan hukuman mati ditimpakan kepada orang yang kedua.